Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Jenis Krawangan (Krawangan GRC, Krawangan Pipa Hallow, Krawangan Besi Cor, Krawangan Kayu)

Ragam desain produk untuk keperluan dunia arsitektur saat ini semakin berkembang. Jika ditelisik hal itu karena terimbas oleh beberapa penyebab. Penyebab paling dominan adalah adanya peningkatan permintaan konsumen dari waktu ke waktu. Ini berarti juga bahwa kompetisi dalam wilayah usaha arsitektur juga semakin ketat. Bermacam produk yang ditawarkan di pasar akhirnya terus bersaing dengan rancang desain yang sangat menarik. Tak hanya dari segi tawaran desain saja yang dikembangkan, inovasi bahan dasar dan atau media yang digunakan sebagai produk akhir juga semakin variatif.
Pada tulisan kali ini akan kami ulas sekilas tentang ragam produk arsitektur jenis krawangan  yang dikreasikan pada bermacam media. Produk krawangan yang memiliki peluang untuk bisa didesain dengan varian pilihan motif saat ini banyak diminati konsumen untuk bermacam keperluan. Di antaranya adalah untuk bangunan hotel, rumah, tempat ibadah, perkantoran, dan lain-lain. Panel krawangan yang dipasarkan oleh produsen juga beragam bahan dasarnya. Ada krawangan berbahan GRC (Glassfibre Reinforced Cement), krawangan berbahan besi/ pipa hollow, krawangan berbahan besi cor, dan krawangan berbahan kayu. Kesemuanya memiliki keunggulan dan kekurangan. Walaupun demikian tetap saja semua produk tersebut tetap memiliki keistimewaan tempat di hati konsumen yang juga beragam seleranya.

Krawangan GRC
GRC adalah salah satu produk hasil olahan dari bahan komposit. Dengan bahan campuran semen, agregat, serat fiberglass, dan penguat lainnya, GRC dibentuk sesuai desain yang diinginkan. Jenis krawangan ini sangat cocok diterapkan untuk keperluan arsitektur yang bersifat eksterior. Keunggulan produk berbahan komposit ini sudah dibahas pada artikel-artikel PJ Artikon sebelumnya. Begitu bisa diandalkannya bahan ini sehingga GRC sangatlah populer dan banyak diminati di dunia arsitektur. Kembali kami tampilkan beberapa keunggulan yang dimiliki produk ini, yaitu sebagai berikut:
  1. Praktis dan dapat dicetak dalam bentuk apa saja (lebih flexible).
  2. Proses pencetakan bisa diterapkan sekalipun untuk bentuk desain yang memiliki tingkat kerumitan tinggi (mulai dari jenis GRC yang dicetak tipis sebagai papan/ GRC Board sampai dengan GRC Krawangan berdesain dekoratif yang rumit).
  3. Pemasangan GRC relatif lebih mudah karena bahan lebih ringan.
  4. Karakteristik yang ringan bisa mengurangi beban konstruksi gedung, sehingga dapat mengurangi biaya struktur dan pondasi.
  5. Lebih tahan lama dan mudah dalam proses pemeliharaannya.
  6. Memiliki keuletan yang tinggi sehingga tidak mudah retak.
  7. Proses pewarnaan dan bentuk bisa disesuaikan dengan keinginan.
  8. Lebih ramah pada kesehatan manusia karena tidak mengandung bahan asbes.
  9. Tahan di segala cuaca (hujan, panas, musim salju).
  10. Tahan korosi, api, pengikisan, serangga, dan perubahan suhu.



Contoh Panel Krawangan GRC produksi PJ Artikon, www.gudangroster.com

Dengan keunggulan yang sedemikian banyak, GRC berjenis krawangan sangat membantu dalam dunia arsitektur. Pada umumnya, untuk model krawangan desain yang digunakan memiliki maksud tersendiri. Bentuk GRC Krawangan yang dirancang dengan ornamen dekoratif berlubang selain memiliki keunggulan seperti di atas juga memiliki fungsi untuk menambah aspek keindahan, untuk keperluan proses ventilasi ruang (proses keluar masuk udara pada ruangan), membantu tata cahaya dan suplai udara alamiah. Dengan kelebihan yang dimiliki, bukan berarti produk berbahan GRC tidak ada kekurangan. Produk GRC rentan terhadap benturan keras –kekurangan ini sangatlah wajar--.

Krawangan Pipa Hallow
Krawangan yang satu ini merupakan jenis krawangan yang terbuat dari pipa hallow/ pipa besi. Jenis krawangan ini tidak begitu populer dalam penggunaannya sebagai krawangan ornamental di bidang arsitektur. Walaupun begitu tetap saja memiliki kekhasan/ aspek kelebihan tersendiri dibandingkan dengan produk jenis lainnya. Krawangan pipa hallow lebih fleksibel dibentuk dalam berbagai macam desain untuk kebutuhan interior dan eksterior bidang arsitektur. Cara pembentukan sesuai desain pun tidak membutuhkan teknik seperti produk cor (karena tidak menggunakan teknik cor, tetapi dengan teknik pengelasan). Selain memiliki kelebihan seperti tersebut, krawangan jenis ini juga memiliki kelemahan pada sisi ketahanan terhadap korosi dan pemuaian.

Krawangan Besi Cor
Krawangan besi cor sebenarnya identik dengan krawangan pipa hallow, karena krawangan besi cor juga berbahan dasar besi. Sama seperti krawangan pipa hallow, Krawangan besi cor lebih fleksibel dibentuk dalam berbagai macam desain untuk kebutuhan interior dan eksterior bidang arsitektur. Perbedaan antara keduanya terletak pada proses pembuatannya. Jika ornamen krawangan pipa besi hanya sekadar dibentuk dengan pengelasan, krawangan besi cor diproses dengan mengecor rongga besi sebelum dilakukan pengelasan. Keunggulan yang dimiliki juga sama, hanya saja krawangan besi cor memiliki bobot lebih berat dari besi tanpa cor. Sedangkan untuk kekurangannya, kedua produk sama-sama memiliki kelemahan pada sisi ketahanan terhadap korosi dan rentan terjadi pemuaian.

Krawangan Kayu
Contoh Panel Krawangan Kayu produksi PJ Artikon, www.gudangroster.com

Krawangan kayu merupakan jenis krawangan yang dibuat dari kayu. Krawangan jenis ini digunakan untuk kebutuhan interior dalam bidang arsitektur. Teknik pembuatannya tidak dengan dicetak, dicor, atau dilas. Teknik pembuatan sama dengan teknik pengolahan kayu pada umumnya. Seperti halnya benda yang terbuat dari kayu, krawangan ini terlihat lebih natural. Keunggulan yang dimiliki relatif sama dengan benda-benda yang terbuat dari kayu. Bisa dikreasikan ke berbagai bentuk desain, lebih bernuansa klasik dengan memanfaatkan struktur alamiah kayu, pewarnaan bebas, tidak berkarat. Sedangkan untuk kekurangannya adalah tidak tahan pada api, rentan rapuh karena diminati oleh serangga pemakan kayu.

Demikian artikel singkat tentang panel krawangan berbagai jenis dilihat dari segi bahan dasar pembuatannya. Dengan semua kelebihan dan kekurangan, produk krawangan tersebut di atas memiliki daya saing yang baik dalam dunia usaha bidang arsitektur. Baik panel krawangan berbahan GRC (Glassfibre Reinforced Cement), krawangan berbahan besi/ pipa hollow, krawangan berbahan besi cor, dan krawangan berbahan kayu, terdapat keunikan dan kekhasan dari masing-masing yang membuat produk-produk tersebut tetap dicari dan diminati oleh konsumen.

PJ Artikon dengan berbagai macam motivasi yang kuat telah melakukan inovasi ide dalam hal produksi panel krawangan. Termasuk pemroduksian empat panel krawangan tersebut di atas, yaitu Krawangan GRC, Krawangan Pipa Hallow, Krawangan Besi Cor, dan Krawangan Kayu. Semua dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bidang kerja arsitektur yang semakin berkembang pesat.

www.grcartikon.co.id

Fine-Art of GFRC Products

Marketing Office:
*Ruko Terminal Mojoagung Blok A-5 Mojotrisno, Mojoagung, Jombang, Jawa Timur 61248, Indonesia 


telp :
0321-490505


GRC untuk Arsitektur Romawi Klasik



Seni arsitektur Romawi klasik dikenal sebagai seni arsitektur termegah yang pernah ada sepanjang sejarah peradaban arsitektur klasik. Walaupun dalam bidang ini (arsitektur) Romawi secara keseluruhan meniru gaya arsitektur Yunani, arsitektur Romawi tidak serta-merta bertujuan menyaingi kesempurnaan dan keselarasan bangsa Yunani. Namun demikian Romawi memang sengaja bermaksud untuk mengungguli dengan kehebatan teknologi yang dimilikinya. Ciri utama yang bisa dilihat dari seni arsitektur Romawi klasik adalah adanya pilar-pilar, penggunaan atap melengkung, ornamen, dan profil-profil pada listplang. Arsitektur Romawi klasik juga sudah menggunakan batu bata dan semen.
Kemajuan Romawi dalam bidang arsitektur tidak pernah terlepas dari beberapa karakteristik yang mewarnai seni arsitektur Romawi. Karakteristik tersebut antara lain:

  1. Teknologi di bidang bangunan maju dibandingkan dengan masa Yunani.
  2. Tata bangunan sangat dipengaruhi oleh penafsiran-penafsiran makna kehidupan.
  3. Rancang bangun disusun secara integratif dengan skala yang lebih luas.
  4. Konsep rancang bangun lebih ditekankan pada ekspresi arsitektural.
  5. Skala bangunan bersifat monumental dan terkesan agung.
  6. Bentuk arsitektur mengesankan keanggunan formal dan berorientasi birokratik.

Selain memiliki karakteristik seperti di atas, arsitektur Romawi klasik juga memiliki gaya/ langgam arsitektur sebagai berikut:
  1. Motif dekorasi memanfaatkan kosa klasik Yunani, secara utuh karakter ideal tidak terdapat pada elemen dasarnya.
  2. Penggabungan order klasik dalam posisi bertumpang tindih untuk satu tingkatan yang berbeda, sehingga tercapai bentuk simbolik baru dari pencapaian totalitas sistem yang dinamis.
  3. Dinding sebagai bidang penerus yang diperkuat dengan pembagian bidang, tekstur, elemen vertikal dan horisontal.
  4. Penggunaan kontruksi busur dan lengkung untuk gugus ruang yang kompleks.
Untuk memperjelas keterangan tentang karakteristik dan gaya arsitektur Romawi klasik seperti di atas, berikut ini contoh gambar tipologi seni arsitektur Romawi klasik.










Sumber: http://id.wikibooks.org/wiki/Romawi_Kuno/Arsitektur

Jika dilihat dari gambar-gambar di atas, seni arsitektur Romawi klasik secara umum memberikan kesan aristokrat yang mewah pada bangunan. Karena kepopulerannya, seni arsitektur Romawi klasik telah mendunia. Saat ini banyak bangunan-bangunan (terutama rumah tinggal) dirancang dengan konsep serupa gaya Romawi klasik. Di Indonesia seni arsitektur gaya Romawi klasik sudah banyak digunakan/ diadopsi sekitar awal tahun 80-an untuk rumah tinggal. Hingga saat ini pun banyak rumah yang masih menggunakan konsep bangun bergaya Romawi klasik. Tidak hanya berkesan mewah, pilihan penggunaan arsitektur bergaya Romawi klasik juga menambah kesan kekokohan dan keindahan sebagai simbolisasi dari nilai-nilai kemapanan.
Dengan perkembangan teknologi arsitektur seperti sekarang, para arsitek tidak terlalu sulit menemukan ide-ide baru untuk bisa mengaplikasikan konsep desain bercorak Romawi klasik. Jika pada masa lalu untuk mewujudkan suatu bangunan klasik yang megah adalah dengan pemanfaatan bahan-bahan yang berasal dari alam, maka saat ini telah diciptakan teknik yang bisa mengatur itu semua. Salah satu contoh bahan bangunan modern yang bisa dikreasikan ke bentuk desain bergaya klasik adalah produk hasil olahan dari bahan komposit. Produk berbahan komposit yang dimaksud adalah GRC (Glassfibre Reinforced Cement).
 GRC (Glassfibre Reinforced Cement) dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki sangat bisa dibentuk sesuai keinginan, termasuk dibentuk menjadi material bangunan bercorak Romawi klasik. Pemanfaatan GRC (Glassfibre Reinforced Cement) dalam dunia arsitektur sangat membantu untuk mewujudkan bangunan bergaya Romawi klasik. Contoh gambar-gambar di atas dengan segala kerumitan dan kemegahan ornamen bisa diadopsi dengan bahan GRC. Dengan begitu, rancang bangun rumah modern bergaya Romawi klasik bisa terwujud. Berikut ini contoh gambar rumah modern bernuansa Romawi klasik.




sumber: http://rumahmodelsekarang.blogspot.com

Untuk memenuhi kebutuhan dalam perencanaan rumah modern bergaya Romawi klasik, PJ Artikon siap melayani pemesanan produk-produk berbahan komposit untuk mempercantik dan memperindah bangunan rumah. PJ Artikon secara kontinu berkomitmen memberi pelayanan terbaik pada masyarakat dengan mencipta produk-produk unggulan tersebut sebagai upaya memenuhi permintaan customer yang ingin membangun rumah dengan pengadopsian corak bangunan rumah Romawi klasik. Mari bergabung www.gudangroster.com



www.grcartikon.co.id

Fine-Art of GFRC Products

Marketing Office:
*Ruko Terminal Mojoagung Blok A-5 Mojotrisno, Mojoagung, Jombang, Jawa Timur 61248, Indonesia 


telp :
0321-490505


Seni Arsitektur Masjid



Batik merupakan hasil kesenian warisan budaya yang telah lama bertumbuh di Indonesia. Sejarah perkembangan batik sendiri telah dikenal sejak zaman kejayaan Majapahit sampai era berikutnya, bahkan tetap lestari sampai sekarang. Kata batik merupakan suatu akronim yang berasal dari bahasa Jawa, yaitu: "amba" dan "titik" (bermakna: "menulis" dan "titik"). Dengan demikian bisa dikatakan bahwa kata batik sebenarnya merujuk dan menjelaskan suatu proses mengolah bahan dengan cara menulis menggunakan teknik titik. Sedangkan obyek atau media yang digunakan untuk membatik adalah kain.
Dilihat dari segi prosesnya, batik memang merupakan seni mewarna kain. Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat karya seni batik pada umumnya adalah:
1.     kain (bisa terbuat dari sutra atau katun),
2.     canthing (alat pembentuk motif),
3.     gawangan (tempat untuk menyampirkan kain),
4.     lilin/ malam (dicairkan),
5.     panci dan kompor kecil untuk memanaskan,
6.     larutan pewarna
Ornamen-ornamen yang dilukiskan pada kain saat membatik sangat beragam. Detail motif dan pola didesain sedemikian rupa untuk mempercantik tampilan ornamen batik. Rata-rata ornamen yang digunakan bercorak klasik dan tradisional, walau tidak menutup kemungkinan menggunakan corak kreasi lainnya untuk diterapkan di atas media kain. Demikianlah konsep batik bermedia kain. Lalu, apakah bisa konsep batik diterapkan pada media selain kain dengan bahan berbeda dengan yang tertera di atas? Jawabnya; BISA.

Artikel ini mungkin bisa menjadi alternatif jawaban itu, yang sengaja ingin memperkenalkan satu produk GRC (Glassfibre Reinforced Cement) yang bisa diolah dengan bermacam desain ornamen, bahkan dengan desain corak ornamen bergaya batik. GRC yang berbahan dasar semen bercampur agregat, bahan penguat, dan fiberglass tidak membatasinya untuk diproses/ dibentuk dengan desain bergaya batik. Di sinilah jawabannya bisa terealisasikan, di PJ Artikon.

Sekadar pengingat bahwa GRC (Glassfibre Reinforced Cement) adalah produk beton pracetak yang memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan produk beton lainnya. Salah satu keunggulan yang dimaksud dalam hal ini adalah tingkat kepraktisannya yang dapat dicetak dalam bentuk apa saja, dengan tingkat kerumitan desain seperti apapun, termasuk desain bergaya batik. 

PJ Artikon yang fokus di bidang pemroduksian GRC (GlassfibreReinforced Cement) membuka peluang kerjasama pada konsumen dengan memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk melayani pemesanan produk-produk GRC. Inovasi terus dikembangkan di perusahaan ini, termasuk dalam usaha mengolah produk GRC dengan variasi ornamen yang menarik. Variasi ornamen yang tetap menjaga keunggulan kekuatan produk sekaligus mempertahankan kualitas estetis. Tidak hanya melayani pesanan berdesain gaya modern, PJ Artikon juga menawarkan desain-desain bernuansa lokalitas seperti halnya ornamen bercorak batik.



www.grcartikon.co.id

Fine-Art of GFRC Products

Marketing Office:
*Ruko Terminal Mojoagung Blok A-5 Mojotrisno, Mojoagung, Jombang, Jawa Timur 61248, Indonesia 


telp :
0321-490505